Bimbingan dan Konseling Bagi Guru Kelas & Guru Mata Pelajaran

Halo sobat pendidik yang penuh semangat👋

Kali ini kita akan membahas konsep dasar bimbingan dan konseling sebagai bagian dari bidang profesi kependidikan kita sebagai seorang guru. Pembahasan kali ini akan cukup panjang, karena cakupan materi nya yang cukup luas, semoga pembaca sekalian tidak bosan. Mari kita bahas bersama!

Bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberi bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah,keluarga dan masyarakat pada umumnya. Konselor merupakan satu jenis layanan yang merupakan bagian terpadu dari bimbingan. Konselor dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua individu,dimana yang seorang (yaitu konselor) berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang. Dalam pembentukan konsep yang sewajarnya mengenai : 

a. Dirinya sendiri 

b. Orang lain 

c. Pendapat orang lain tentang dirinya 

d. Tujuan-tujuan yang hendak dicapai dan 

e. Kepercayaan. 

Bimbingan adalah membantu, memberi pertolongan dimana seorang konselor juga memberikan layanan kepada kliennya, membimbing untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang telah dihadapinya serta mengarahkan agar mencapai tingkat perkembangan individu untuk memperoleh kebaikan pribadinya. Bimbingan bisa diberikan untuk pria dan wanita datang atas keinginan sendiri tidak ada unsur paksaan.Berlangsungnya bimbingan berharap adanya keterbukaan tidak ada yang ditutupi. Bimbingan dan konseling definisinya tidak jauh berbeda sama-sama memmbantu, memberikan perubahan dan perkembangan perilaku individu itu sendiri. Bimbingan ialah penyerahan atau menyampaikan antara guru BK dan klien meliputi pemahaman hubungan klien untuk mengungkapkan kebutuhan, memberikan motivasi agar mencapai pemecahan masalah itu sendiri. 


Fungsi dan Jenis Bimbingan Konseling 

Ditinjau dari segi sifatnya, layanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi: 

A. Pencegahan (preventif) 

Layanan bimbingan dapat berfungsi pencegahan arti merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. 

B. Fungsi pemahaman 

Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa. 

C. Fungsi perbaikan 

Walau pun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan,namun mungkin saja siswa masih menghadapi masalah-masalah tertentu. Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami siswa.

D. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan 

Fungsi ini berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap,terarah dan berkelanjutan.

Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling untuk mencapai hasil sebagaimana yang terkandung di dalam masing-masing fungsi tersebut. Setiap layanan dan kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada suatu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil yang hendak dicapainya jelas dapat diindentifikasi dan dievaluasi.

1) Layanan Orientasi

 Layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru atau seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. 

2) Layanan Informasi 

Secara umum, bersama dengan layanan orientasi bermaksud memberikan pemahaman kepada individu – individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan, atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. 

3) Layanan Penempatan dan Penyaluran 

Individu sering mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan, sehingga tidak sedikit individu yang bakat, kemampuan minat dan hobinya tidak tersalurkan dengan baik. Individu seperti itu tidak mencapai perkembangan secara optimal. Mereka memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang dewasa, terutama konseling, dalam menyalurkan potensi dan mengembangkan dirinya. 

4) Layanan Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah. Pengalaman menunjukan bahwa kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi. Sering kegagalan itu terjadi disebabkan mereka tidak mendapat layanan bimbingan yang tidak memadai. 

5) Layanan Konseling Perorangan Pada bagian yang terdahulu konseling telah banyak disebut. Pada bagian ini konseling dimaksudkan dalam pelayanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka dalam antara konselor dan klien. Dalam hubungan itu masalah klien dicermati dan diupayakan pengetesannya, sedapat- dapatnya dengan kekuatan klien sendiri. Dalam kaitan itu, konseling dianggap sebagai upaya layanan yang paling utama dalam pelaksanaan fungsi pengetasan masalah klien. 

6) Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok 

Apabila konseling perorangan menunjukan layanan kepada individu atau klien orang-perorangan, maka bimbingan dan konseling kelompok mengarahkan layanan kepada sekelompok individu. Dengan satu kali kegiatan, layanan kelompok itu memberikan manfaat atau jasa kepada sejumlah orang.



Tujuan Bimbingan dan konseling 

Secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi sosial, belajar, dan karier.  Untuk mengungkapkan tentang tujuan bimbingan kiranya diperlukan beberapa informasi tambahan. Dalam hal ini, apakah tujuan proses membantu itu dapat menumbuhkan pemahaman diri dan dunia? “Diperkirakan bahwa individu-individu yang memahami dirinya sendiri dan dunianya akan menjadi lebih efektif lebih produktif dan manusia yang berbahagia.Mereka menjadi pribadi yang lebih fungsional”. Berdasarkan pendapat Rogert dan Smith dapatlah dikatakan bahwa tujuan proses membantu adalah untuk memperlancar dan mempermudah pertumbuhan psikologis kliennya helper (konseling) harus memiliki kegairahan–produktif dan ingin menghibur orang lainnya.

a. Tujuan Umum 

Tujuan umum dari layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan, sebagai mana dinyatakan dalam undang – undang sistem pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No. 2 / 1989), yaitu terwujudnya manusia indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepibadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsaan. Sesuai dengan pengertian bimbingandan konseling sebagai suatu upaya membentuk perkmbangan kepribadian siswa secara optimal, maka secara umum layanan Bimbingan dan Konseling di SLTP dan SMU haruslah dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia. Dalam rangka menjawab tantangan kehidupan masa depan, yaitu adanya relevansi program pendidikan dengan tuntutan dunia kerja atau adanya “link and match” (kaitan dan padanan), maka secara umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu siswa mengenal bakat, minat, dan kemampuannya, serta memilih,dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. 

b. Tujuan Khusus 

Secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi sosial,belajar,dan karier.Bimbingan pribadi sosial dimaksud dengan mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi sosial dalam mewujudkan pribadi yang takwa,mandiri,dan bertanggung jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan.14 Dalam penyelenggaraankan pelayanan bimbingan dan konseling kaidahkaidah tersebut dikenal dengan asas-asas bimbingan dan konseling, yaitu ketentuan-ketentuan yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan itu. Apabila asas-asas itu diikuti dan diselenggarakan dengan baik sangat dapat diharapkan; sebaliknya, apabila asas-asas itu diabaikan atau dilanggar sangat dikhawatirkan kegiatan yang terlaksana itu justru berlawanan dengan tujuan dan bimbingan dan konseling, bahkan akan dapat merugikan orang-orang yang terlibat di dalam pelayanan, serta profesi bimbingan dan konseling itu sendiri. 



Nah itu dia pembahasan tentang bimbingan dan konseling, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian, sampai jumpa di bagian berikutnya👋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyikapan dan Refleksi Terhadap Kode Etik Profesi Guru

Profesi, Profesionalis, Profesionalitas, Profesionalisme, dan Profesionalisasi

Jenis-Jenis Profesi ⁠ Bidang Kependidikan