Konsep Dasar Supervisi Pendidikan

Halo sobat pendidik yang penuh semangat!!👋


Kali ini kita akan membahas tentang supervisi pendidikan. Apa itu suvervisi pendidikan? Yok! kita bahas bersama!

Di dunia pendidikan di Indonesia istilah supervisi baru dikenal pada tahun 60-an. Dimana Supervisi ini secara etimologis berasal dari bahasa inggris “to supervise” atau mengawasi. Selain itu juga ada beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa supervisi berasal dari dua kata, yaitu “super” dan “visi”. Dimana super berarti lebih dan visi adalah kemampuan melihat. Dalam dunia pendidikan kepala sekolah digambarkan sebagai seorang “expert” dan “superior” , sedangkan guru digambarkan sebagai orang yang memerlukan kepala sekolah. 

Supervisi dapat diartikan sebagai suatu aktifitas pembinaan yang telah direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai serta staf sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif sehingga memperoleh hasil yang baik. Manullang (2005) menyatakan bahwa supervisi merupakan suatu proses yang diterapkan terhadap suatu pekerjaan yang telah dilaksanakan bahkan menilai dan mengoreksi pekerjaan tersebut agar sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sejak awal. Supervisi juga dapat diartikan sebagai pelayanan yang diberikan kepada guru agar guru dapat menjadi seorang yang profesional dan dapat melaksanakan dan mengerjakan tugasnya dengan baik terhadap peserta didiknya (Thaib, dkk, 2005). Supervisi merupakan bantuan dari para pemimpin sekolah, yang diberikan dengan maksud untuk perkembangan kepemimpinan dan keprofesionalan guru-guru dan pegawai serta staf sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Supervisi merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan teknis edukatif di sekolah, bukan sekedar pengawasan fisik terhadap fisik material. Supervisi merupakan pengawasan terhadap kegiatan akademik yang berupa proses belajar mengajar, pengawasan terhadap guru dalam mengajar dan lainnya.




Tujuan Supervisi Pendidikan 

Segala sesuatu yang di buat tentu memiliki tujuan. Begitu juga dengan supervisi pendidikan yang memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu : 

1. Memberikan bantuan kepada guru agar dapat memahami tujuan dari pendidikan yang diberikan di sekolah, selain itu juga memberikan bantuan kepada guru agar tidak hanya berfokus pada bidang studynya tetapi juga harus mengetahui tujuan akhir dari pendidikan. 

2. Membantu Guru dalam memahami siswanya serta kebutuhan siswanya. Sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. 

3. membantu guru agar nantinya dapat menjadi seorang pemimpin yang baik yang dapat bekerjasama dan membantu orang lain yang kurang mampu atau yang memerlukan bantuan tanpa harus memaperkan kehebatannya. 

4. Membantu menemukan kelebihan yang dimiliki oleh guru dan memberikan tanggung jawab kepada guru tersebut sesuai kemampuannya tanpa harus mencari kelemahannya. 

5. Memberikan motivasi kepada guru agar lebih baik lagi saat tampil di hadapan para siswanya. Jika terdapat kekurangan maka akan diperbaiki secara bersama-sama. 

6. Membekali guru-guru baru mengenai tugastugas yang akan diembannya agar dapat dilaksanakan dengan baik. 

7. Memberikan bantuan kepada gurMemberikan bantuan kepada guru dalam menemukan kesulitan dan masalah yang dihadapi siswanya dan mencarikan solusinya (Rifai, 1982). 

Selain memberikan peningkatan terhadap keterampilan dan pengetahuan guru, supervisi juga bertujuan memberikan dan meningkatkan motivasi guru. Kepala sekolah sebagai supervisor bertanggung jawab mengawasi proses belajar mengajar di sekolah dengan cara berkunjung ke kelas, selain itu kepala sekolah sebagai supervisor juga memberikan dorongan kepada guru agar selalu mengembangkan kemampuannya dan menerapkan kemampuannya itu dalam proses mengajarnya serta juga memberikan dukungan kepada guru dalam mengerjakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya secara sungguh-sungguh.

Prinsip Dasar Supervisi 

Dalam pelaksanaannya supervisi dilakukan berdasarkan beberapa prinsipnya. Diantara banyaknya prinsip supervisi menurut Suhertian (2008) supervisi memiliki beberapa prinsip yaitu : 

1. Prinsip Ilmiah (scientific). Dimana berdasarkan prinsip ini supervisi dilaksanakan harus berdasarkan data yang objektif dimana data yang diperoleh harus di dapatkan dengan observasi yang nyata bukan didapatkan hanya dengan cerita belaka saja. 

2. Prinsip Demokratis. Dengan prinsip ini supervisi dilakukan harus dengan musyawarah. Jika permasalahannya dengan guru maka guru juga harus dilibatkan agar terciptanya rasa kebersamaan dan kekeluargaan. 

3. Prinsip Kerjasama. Dimana prinsip ini memberikan rasa saling berjuang bersama dan tidak menimbulkan sifat yang individual. 

4. Prinsip Konstruktif dan Kreatif. Supervisi dapat dilakukan dengan cara yang nyaman dan menyenagkan sehingga mendorong guru agar kreatif dan tidak takut. 


Nah, itu dia pembahasan konsep dasar suvervisi pendidikan, semoga memberi manfaat bagi pembaca sekalian, pada bagian selanjutnya kita akan membahas ruang lingkup supervisi pendidikan, sampai jumpa di bagian selanjutnya ya!!👋 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyikapan dan Refleksi Terhadap Kode Etik Profesi Guru

Profesi, Profesionalis, Profesionalitas, Profesionalisme, dan Profesionalisasi

Jenis-Jenis Profesi ⁠ Bidang Kependidikan