Supervisi Akademik

Halo sobat pendidik yang penuh semangat!!👋

Pada bagian sebelumnya kita sudah membahas tentang ruang lingkup supervisi pendidikan, sekarang kita akan membahas lebih dalam ruang lingkup supervisi pendidikan tersebut. Dimulai dari supervisi akademik.

Secara konseptual Glickman, Gordon & Ross-Gordon dalam Lantip Diat Prasojo dan Sudiyono, menyataka supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.27 Sementara itu, menurut Suharsimi Arikunto: supervisi akademik adalah supervisi yang menitikberatkan pengamatan pada masalah akademik, yaitu yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk membantu peserta didik ketika sedang berada dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Supervisi akademik adalah bantuan dan pelayanan yang diberikan kepada guru agar terus mau meningkatkan kualitas pembelajarannya, menumbuhkan kreativitas guru memperbaiki bersamasama dengan cara melakukan seleksi dan revisi tujuan-tujuan pendikan, bahan pengajaran, model dan metode pengajaran, evaluasi pengajaran untuk meningkatkan kualitas pengajaran, pendidikan dan kurikulum dalam perkembangan dan belajar mengajar dengan baik agar memperoleh hasil yang baik. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat ditegaskan bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan bantuan profesional yang berupa pemberian dorongan, bimbingan, dan arahan dari Kepala TK kepada guru agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan proses pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran. Dengan adanya supervisi akademik guru akan merasa lebih terbantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi pada saat kegiatan pembelajaran.




Tujuan Supervisi Akademik 

Para ahli pendidikan memiliki pandangan yang beragam mengenai supervisi sesuai dengan sudut pandang masing-masing, namun mereka sepakat bahwa tujuan inti dan supervisi akademik adalah membantu guru meningkatkan kualitas keprofesionalannya dalam mengajar. Menurut Suharsimi Arikunto tujuan umum supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru (dan staf sekolah yang lain) agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, terutama dalam melaksanakan tugas, yaitu melaksanakan proses pembelajaran.

Tujuan supervisi bukan hanya memperbaiki kemampuan mengajar tetapi juga untuk pengembangan potensi kualitas guru. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Syaiful Sagala bahwa tujuan supervisi akademik yaitu membantu guru-guru dalam: 

a. Mengembangkan proses belajar mengajar, lebih memahami mutu, pertumbuhan dan peranan sekolah; 

b. Menerjemahkan kurikulum dalam bahasa belajar mengajar; 

c. Melihat tujuan pendidikan, membimbing pengalaman belajar mengajar, menggunakan sumber dan metode mengajar, memenuhi kebutuhan belajar dan menilai kemajuan belajar murid, membina moral kerja, menyesuaikan diri dengan masyarakat dan membina sekolah;

d. Membantu mengembangkan profesional guru dan staf sekolah.


Fungsi Supervisi Akademik 

Mengacu pada tujuan supervisi akademik, maka perlu diketahui juga fungsi supervisi akademik. Adapun fungsi supervisi menurut Suharsimi Arikunto ada tiga, yaitu: (1) Sebagai kegiatan untuk meningkatkan mutu pembelajaran; (2) Sebagai pemicu atau penggerak perubahan pada unsur-unsur yang terkait pada pembelajaran; (3) Sebagai kegiatan memipin dan membimbing.34 Menurut Syaiful Sagala, fungsi supervisi akademik adalah memberikan layanan supervisi pengajaran kepada guru untuk menumbuhkan proses belajar mengajar yang baik, menyenangkan, inovatif, dan dapat menjaga keseimbangan pelaksanaan tugas staf mengajar. Dapat disimpulakn bahwa fungsi dari supervisi akademik adalah sebuah kegiatan pemberian bantuan kepada guru-guru agar dapat bekerja dengan baik yaitu dengan melaksanakan proses belajar mengajar yang ideal, inovatif, menyenangkan sehingga tercapai tujuan dari pembelajaran.


Sasaran Supervisi Akademik 

Suharsimi Arikunto mengemukakan bahwa sasaran supervisi ada 3 macam yaitu: (1) Supervisi akademik yang menitik beratkan pada pengamatan supervisor padamaslah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajara pada waktu peserta didik sedang dalam proses mempelajari sesuatu; (2) Supervisi administrasi yaitu supervisi yang menitikberatkan pada pengamatan supervisor pada aspek-aspek administratif yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan pembelajaran; (3) Supervisi lembaga yang menebar atau menyebarkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang tersebar di seantero sekolah.


Prinsip-prinsip Supervisi Akademik 

Sebelum membahas tentang prinsip-prinsip supervisi akademik, ada beberapa prinsip dasar supervisi yang harus diketahui oleh supervisor. Prinsip dasar supervisi antara lain adalah: 

a. Bersifat kontruktif dan kreatif, maksudnya disini adalah yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan dorongan untuk bekerja. 

b. Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenarbenarnya (realistis, mudah dilaksanakan) 

c. Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman pada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi. 

d. Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaanya. 

e. Supervisi harus didasarkan atas hubungan profesional, bukan atas hubungan pribadi.

f. Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru dan pegawai sekolah. 

g. Supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat memberikan perasaan gelisah atau bahkan antipati dari guru. 

h. Supervisi tidak boleh didasarkan oleh kekuasaan pangkat, kedudukan atau kekuasaan pribadi 

i. Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan 

j. Supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil. 

k. Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif, dan kooperatif. Preventif berarti berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal yang negatif.

Dalam pelaksanaan supervisi, seorang Kepala TK hendaknya bertumpu pada prinsip-prinsip supervisi sebagai landasan untuk mengarahkan pada tujuan yang diharapkan, memberi pembinaan kepada guru agar meningkatkan kualitas mengajarnya, pembinaan ini dikemas dalam bentuk supervisi akademik.  


Nah, itu dia pembahasan supervisi akademik, semoga memberi manfaat bagi pembaca sekalian, sampai jumpa di bagian selanjutnya ya!!👋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyikapan dan Refleksi Terhadap Kode Etik Profesi Guru

Profesi, Profesionalis, Profesionalitas, Profesionalisme, dan Profesionalisasi

Jenis-Jenis Profesi ⁠ Bidang Kependidikan